Rabu, 10 Oktober 2018

Kulit Melepuh Tanpa Sebab

Kulit Melepuh Tanpa Sebab

Selamat datang dan terimakasih telah datang ke website caramengatasilukamelepuhagarkering.com. Sebuah website yang menyediakan berbagai macam pelayanan pengiriman obat herbal baik di seluruh wilayah Indonesia hingga ke Luar Negeri. Sebelum lebih jauh membahas mengenai pengobatan, terlebih dahulu kami akan membahas mengenai Kulit Melepuh Tanpa Sebab



Impetigo adalah satu penyakit menular. Impetigo adalah infeksi kulit yang menyebabkan terbentuknya lepuhan-lepuhan kecil berisi nanah (pustula).

Impetigo paling sering menyerang anak-anak, terutama yang kebersihan badannya kurang dan bisa muncul di bagian tubuh manapun, tetapi paling sering ditemukan di wajah, lengan dan tungkai. Pada dewasa, impetigo bisa terjadi setelah penyakit kulit lainnya. Impetigo bisa juga terjadi setelah suatu infeksi saluran pernapasan atas (misalnya flu atau infeksi virus lainnya). (Wikipedia)

Impetigo adalah salah satu infeksi kulit yang paling umum pada anak-anak, terutama bagi mereka yang berusia 2-5 tahun. Impetigo lebih jarang terjadi pada orang dewasa, biasanya bersamaan dengan kondisi kulit atau infeksi lain dan lebih sering terjadi pada pria. Silakan diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut. (Hello Sehat)

Apa saja tanda-tanda dan gejala impetigo?

Tanda-tanda dan gejala impetigo yang umum adalah:

  • Luka merah dan lepuh yang segera pecah, mengeluarkan cairan selama beberapa hari dan kemudian membentuk kerak coklat kekuningan
  • Luka kulit di sekitar hidung, mulut, atau daerah lain
  • Gatal dan nyeri
  • Pada kasus yang berat, cairan dan luka yang menyakitkan berubah menjadi ulkus yang dalam
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di dekat infeksi. (Hello Sehat)

Penyebab Impetigo

Penyebab utama impetigo adalah bakteri Staphylococcus aureus atau Streptococcus pyogenes. Penularan bakteri ini dapat terjadi melalui kontak fisik langsung dengan penderita atau melalui perantara, seperti baju, handuk, serbet, dan sebagainya yang sebelumnya dipakai penderita.
Bakteri akan lebih mudah menginfeksi seseorang yang memiliki luka, misalnya luka akibat gigitan serangga, terjatuh, atau teriris benda tajam. Bisa juga karena luka yang ditimbulkan oleh infeksi kulit lain, seperti eksim, kudis, atau infeksi kutu.
Faktor lain yang dapat meningkatkan risiko penularan impetigo di antaranya:
  • Melakukan aktivitas yang rentan terjadi kontak kulit, misalnya olahraga bela diri, bola basket, atau sepak bola.
  • Lingkungan yang padat. Bakteri penyakit impetigo lebih mudah menular di lingkungan ramai yang mana intensitas interaksi orang-orangnya tinggi.
  • Usia kanak-anak. Impetigo lebih sering menyerang anak-anak berusia 2-5 tahun, dimana sistem kekebalan tubuh mereka belum terbentuk sempurna.
  • Suhu lembap dan hangat. Bakteri penyebab impetigo lebih mudah berkembang biak pada tempat yang lembap dan hangat.
  • Lemahnya sistem kekebalan tubu Sistem kekebalan tubuh yang lemah akan membuat seseorang mudah terinfeksi bakteri.
  • Menderita diabetes. Luka yang dimiliki penderita diabetes akan memudahkan bakteri impetigo untuk masuk dan menginfeksi kulit.
  • Memiliki luka terbuka pada kulit. Kuman penyebab impetigo dapat masuk melalui luka kecil pada permukaan kulit, seperti luka gigitan serangga atau ruam kulit. (AloDokter)
Komplikasi Impetigo


Jika tidak ditangani dengan benar, impetigo dapat menyebabkan komplikasi meliputi:

  • Selulitis, infeksi bakteri yang terjadi di lapisan kulit dalam.
  • Glomerulonefritis, infeksi di pembuluh darah kecil di ginjal.
  • Septikemia, infeksi bakteri yang terjadi di dalam darah.
  • Psoriasis gutata, kondisi ini sering muncul setelah terjadi infeksi kulit.
  • Demam Scarlet, demam langka yang disertai ruam merah di seluruh tubuh.
  • Staphylococcal Scalded Skin Syndrome (SSSS), infeksi kulit yang membuat kulit terlihat melepuh seperti tersiram air panas.
  • Penyakit ektima, terjadi ketika infeksi menyebar lebih jauh ke dalam lapisan kulit dan dapat meninggalkan bekas luka permanen. (AloDokter)
Pencegahan Impetigo


Penularan impetigo bisa dicegah dengan beberapa cara, di antaranya:

  • Hindari sentuhan fisik dengan penderita. Sentuhan fisik secara langsung dengan penderita atau berbagi penggunaan barang dengan mereka, seperti handuk, baju, kasur, atau peralatan makan.
  • Selalu menjaga kebersihan kulit. Menjaga kebersihan kulitakan mengurangi risiko penularan impetigo, terutama padakulit yang memiliki luka terbuka, misalnya akibat teriris benda tajam, cakaran, atau bahkan luka akibat penyakit kulit lain, seperti eksim.
  • Membersihkan barang-barang. Setelah digunakan, ada baiknya barang-barang dicuci sampai bersih agar bakteri mati. Hal ini bisa mengurangi risiko penularan penyakit impetigo.
  • Jangan menyentuh luka. Hindari kontak dengan luka atau koreng akibat impetigo, apalagi dengan menggaruk, untuk menghindari penyebaran bakteri melalui tangan.
  • Beristirahat. Jangan melakukan kegiatan seperti memasak, mengasuh anak, atau membersihkan rumah sampai infeksi benar-benar pulih. Perbanyak istirahat agar infeksi cepat hilang.
  • Mencuci tangan. Jangan lupa untuk selalu mencuci tangan setelah selesai mengobati impetigo dengan antibiotik oles dan menutup luka impetigo dengan perban kasa.
  • Menghindari tempat umumHindarilah tempat-tempat umum yang rawan penularan bakteri selama terjangkit impetigo atau setidaknya dua hari setelah pengobatan dimulai. (AloDokter)
Untuk memaksimalkan proses penyembuhan yang sedang anda alami, silahkan BACA DISINI --> Cara Mengobati Luka Melepuh Agar Cepat Kering


Itulah informasi kesehatan yang dapat disampaikan mengenai Cara Mengobati Luka Bakar Melepuh Pada Anak. Semoga denga hadirnya informasi berikut ini dapat membantu proses penyembuhan penyakit yang sedang anda alami aamiin. ~SEMOGA LEKAS SEMBUH~.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cara Merawat Luka Bakar

Cara Merawat Luka Bakar Selamat datang dan terimakasih telah datang ke website  caramengatasilukamelepuhagarkering.com . Sebuah website ...